Bedanya PPh 21, PPh 23, dan PPh 25 yang Sering Bikin Bingung
Pengertian Singkat PPh 21, PPh 23, dan PPh 25
Perbedaan PPh 21 23 25 terletak pada objek dan subjek pajaknya. PPh 21 dikenakan atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang diterima orang pribadi, seperti gaji karyawan dan honorarium.
PPh 23 dikenakan atas penghasilan tertentu seperti dividen, bunga, royalti, sewa, dan imbalan jasa yang diterima wajib pajak badan maupun orang pribadi tertentu dari pihak yang melakukan pemotongan. Sementara PPh 25 adalah angsuran bulanan pajak penghasilan yang dibayar sendiri oleh wajib pajak sebagai cicilan atas pajak terutang tahun berjalan.
Objek dan Tarif Masing-Masing Jenis PPh
PPh 21 menggunakan tarif progresif Pasal 17 UU HPP dengan sistem TER untuk pemotongan bulanan. PPh 23 umumnya menggunakan tarif 2% untuk jasa dan sewa, atau 15% untuk dividen, bunga, dan royalti, tergantung jenis objeknya.
PPh 25 dihitung berdasarkan pajak terutang tahun sebelumnya dibagi 12 bulan, dengan penyesuaian tertentu, dan berfungsi sebagai mekanisme pembayaran pajak secara mengangsur agar tidak memberatkan wajib pajak saat pelaporan tahunan.
Siapa yang Wajib Memotong dan Melaporkan
PPh 21 wajib dipotong oleh pemberi kerja atau pihak yang membayarkan honorarium/imbalan jasa kepada orang pribadi. PPh 23 wajib dipotong oleh badan usaha atau instansi pemerintah yang membayarkan objek PPh 23 kepada pihak lain.
PPh 25 berbeda karena bukan dipotong pihak lain, melainkan disetor sendiri oleh wajib pajak — baik orang pribadi yang menjalankan usaha maupun badan usaha — setiap bulan sebagai angsuran pajak tahunan.
Contoh Kasus agar Lebih Mudah Dipahami
Contoh PPh 21: seorang karyawan menerima gaji bulanan yang dipotong pajak langsung oleh perusahaan. Contoh PPh 23: sebuah PT membayar jasa konsultan kepada perusahaan lain dan wajib memotong 2% dari nilai jasa tersebut.
Contoh PPh 25: sebuah usaha yang tahun lalu memiliki pajak terutang tertentu, kemudian di tahun berjalan wajib menyetor angsuran bulanan berdasarkan perhitungan tersebut, terlepas dari fluktuasi penghasilan bulan ke bulan.
Kesimpulan
Memahami perbedaan PPh 21, 23, dan 25 penting agar wajib pajak — baik individu maupun badan usaha — tidak salah dalam memotong, menyetor, atau melaporkan jenis pajak yang sesuai dengan transaksinya.
Bila bisnis Anda sering bertransaksi dengan berbagai pihak dan ingin memastikan kewajiban pemotongan pajak sudah benar, unduh tabel perbandingan lengkap PPh atau konsultasikan langsung dengan tim pajak kami.

